Senin, 23 Juli 2012

Ketika hamba merindukan shalat

Menjelang shubuh, Khalifah Umar bin Khathab berkeliling kota membangunkan kaum Muslimin untuk shalat shubuh. Ketika waktu shalat tiba, dia sendiri yang mengatur shaf-shaf shalat dan mengimami para jamaah.

Pada shubuh itu tragedi besar dalam sejarah terjadi. Saat Khalifah mengucapkan takbiratul ikhram, tiba-tiba seorang lelaki bernama Abu Lu'luah menikamkan sebilah pisau ke bahu, pinggang, dan ke bawah pusar beliau. Darahpun menyembur. Namun, Khalifah yang berjuluk "Singa Padang Pasir" ini tidak bergeming dari kekhusyukannya memimpin shalat.

Padahal waktu shalat masih bisa ditangguhkan beberapa saat sebelum terbitnya matahari. Sekuat apa pun Umar, akhirnya ia ambruk juga. Walau demikian, beliau masih sempat memerintahkan Abdurrahman bin 'Auf untuk menggantikannya sebagai imam.

Beberapa saat setelah ditikam, kesadaran dan ketidaksadaran silih berganti mendatangi Khalifah Umar bin Khathab. Para sahabat yang mengelilinginya demikian cemas akan keselamatan Khalifah. Salah seorang di antara mereka berkata, "Kalau beliau masih hidup, tidak ada yang bisa menyadarkannya selain kata-kata shalat!" Lalu yang hadir serentak berkata, "Shalat wahai Amirul Mukminin. Shalat telah hampir dilaksanakan."

Beliau langsung tersadar, "Shalat? Kalau demikian di sanalah Allah. Tiada keberuntungan dalam Islam bagi yang meninggalkan shalat." Maka beliau melaksanakan shalat dengan darah bercucuran. Subhanallah!

Kisah ini diambil dari buku Menjemput Maut: Bekal Perjalanan Menuju Allah SWT karya Dr Quraish Shihab (Lentera Hati, 2002). Ada teladan menarik yang diperlihatkan Umar bin Khathab dalam kisah ini, yaitu kecintaan dan perhatian beliau terhadap shalat.

Baginya, tiada yang terindah dalam hidup selain menghadap Allah SWT. Dunia begitu kecil di hadapannya. Kenikmatan berkomunikasi dengan Dzat yang Maha Mencinta, mampu mengalahkan sakitnya tusukan pisau yang tajam. Tak heran bila demi sekali shalat (di masjid dan berjamaah), Umar pun rela menukarnya dengan harta yang ia miliki.

Ada sebuah kisah berkait dengan hal ini. Suatu hari Umar mengunjungi kebunnya. Ia begitu menikmati kicauan burung yang beterbangan di antara pepohonan. Saking asiknya, ia harus ketinggalan rakaat pertama saat berjamaah di masjid. Umar begitu menyesal, hingga ia menghibahkan kebun yang telah melalaikannya tersebut pada baitul mal milik negara.

Anugerah Allah dalam shalat

Shalat adalah keistimewaan yang dianugerahkan Allah kepada Rasulullah SAW dan umatnya. Demikian istimewanya, hingga proses turunnya perintah shalat diawali dengan peristiwa Isra' Mi'raj. Allah SWT langsung "mengundang" Rasulullah SAW ke langit.

Nilai strategis dan keistimewaan shalat sudah tidak terbantahkan lagi. Shalat adalah amalan pertama yang diwajibkan atas Rasulullah SAW. Shalat adalah tiang yang menyangga bangunan Islam. Shalat adalah pembeda atau pemisah antara seorang Muslim dan kafir. Shalat adalah amalan yang pertama kali dihisab. Shalat adalah kunci kesuksesan dan kebahagiaan hidup. Shalat adalah penggugur dosa-dosa. Shalat adalah kunci kesuksesan seorang hamba. Shalat adalah sarana pengundang datangnya pertolongan Allah. Shalat pun menjadi saat istimewa bagi seorang hamba, karena ia bisa berhadapan langsung dengan Rabb-nya.

Penelitian ilmiah pun menunjukkan bahwa shalat memiliki segudang manfaat dari sudut kesehatan. Termasuk kemampuannya untuk mengurangi stres dan kecemasan, juga menangkal datangnya penyakit-penyakit fisik, selain tentunya menangkal penyakit rohani.

Saat seorang hamba menunaikan shalat, dan shalatnya dilakukan dengan khusyuk dan tuma'ninah, ia pun berpeluang mendapatkan pengalaman rohani tertinggi (peak experience) dan bangkitnya kesadaran yang lebih tinggi (altered states of conciousness). Tidak berlebihan bila shalat dikatakan sebagai mi'raj-nya orang beriman.

Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku; maka sembahlah Aku dan dirikan shalat untuk mengingatku." (QS Thaha [20]: 14)

Melihat kenyataan ini, seharusnya kita memaknai shalat bukan sebagai beban, tapi sebagai kebutuhan. Layaknya kita membutuhkan air, udara, atau makanan, seperti itulah shalat dibutuhkan.

Mengatasi Rasa Sakit Hati

































Hampir setiap orang tentu pernah mengalami sakit hati dalam hidupnya.
Baik dalam keluarga, berteman, maupun bermasyarakat.

Sebagaimana sifat sedih dan gembira, rasa yang satu ini adalah suatu kewajaran dalam hidup manusia.

Apalagi, mengingat manusia adalah mahluk sosial, yang dalam setiap interaksinya tidak lepas dari kekhilafan.

Sebab-sebab datangnya perasaan ini pun bermacam-macam.
Dari masalah sepele hingga masalah besar,dapat menjadi pemicunya.

Misalnya berawal dari perbedaan pendapat, adanya konflik atau ketidakcocokan, hingga iri dan dengki.

Bila perasaan ini dibiarkan terlalu lama bercokol dalam hati,maka tidak sehatlah hati itu.

Pemiliknya pun akan stress dan jauh dari keceriaan.
Lebih jauh lagi, hal itu bisa menjauhkan manusia dari Rabb-Nya.
Na'udzubillaahi mindzaalik.

Bagaimana memenej rasa sakit hati,agar tidak membuahkan dosa dan azaNya bagi kita sendiri..?

Allah dan Rasul-Nya telah mengajarkan kiat-kiat tersendiri yang dapat menjadi penawar, bila diamalkan.

Apa sajakah itu?

1. Muhasabah (Koreksi Diri).

Sebelum kita menyalahkan orang lain,seharusnyalah kita melihat diri kita sendiri.
Bisa jadi kita merasa tersakiti oleh saudara kita, padahal ia tak bermaksud menyakiti.
Cobalah bertanya pada diri sendiri,mengapa saudara kita sampai bersikap demikian.
Jangan-jangan kita sendiri yang telah membuat kesalahan.

2. Menjauhkan Diri dari Sifat Iri, Dengki,dan Ambisi.

Iri,dengki,dan ambisi adalah beberapa celah yang menjadi pintu bagi syetan untuk memasuki hati manusia.

Ambisi yang berlebihan,dapat membuat seseorang buta dan tuli.
Bila tidak dilandasi iman, seorang yang ambisius cenderung akan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan ambisinya.

Demikian sifat iri dan dengki. Sifat ini berasal dari kecintaan terhadap hal-hal yang bersifat materi, kehormatan, dan pujian. Manusia tidak akan tenang bila dalam hatinya ada sifat ini.

Manusia juga tak akan pernah bisa bersyukur, karena selalu merasa kurang.
Ia selalu memandang ke atas, dan seolah tidak rela melihat orang lain memiliki kelebihan atas dirinya.Maka hapuslah terlebih dahulu sikap cinta dunia, sehingga dengki pun sirna.

Rasulullah bersabda,"Tidak boleh dengki kecuali kepada dua orang.Yaitu orang yang diberi harta oleh Allah, kemudian memenangkannya atas kerakusannya di jalan yang benar. Dan orang yang diberi hikmah oleh Allah, kemudian memutuskan persoalan dengannya dan mengajarkannya." (HR. Bukhari).

3. Menjauhkan Diri dari Sifat Amarah dan Keras Hati. Bila marah telah timbul dalam hati manusia, maka kadang manusia bertindak tanpa pertimbangan akal.

Jika akal sudah melemah, tinggallah hawa nafsu.
Dan syetan pun semakin leluasa melancarkan serangannya, lalu mempermainkan diri manusia.

Ibnu Qudamah dalam Minhajul Qashidin menyebutkan bahwa Iblis pernah berkata, "Jika manusia keras hati, maka kami bisa membaliknya sebagai anak kecil yang membalik bola."

4. Menumbuhkan Sifat Pemaaf.

"Jadilah engkau pemaaf, dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh."

Demikian firman Allah dalam Al-Qur'an Surat Al-A'raf : 199.
Allah sang Khaliq saja Maha Pemaaf terhadap hambaNya.

Tak peduli sebesar gunung atau sedalam lautan kesalahan seorang hamba, jika ia bertaubat dengan sungguh-sungguh, maka Allah akan membukakan pintu maaf selebar-lebarnya.

Kita sebagai manusia yang lemah, tidak sepantasnya berlaku sombong, dengan tidak mau memaafkan kesalahan orang lain, sebelum ia meminta maaf.

Insya Allah,dengan begitu, hati akan lebih terasa lapang.

Rasulullah bersabda,"Bertakwalah kepada Allah di mana engkau berada, tindaklanjutilah kesalahan dengan kebaikan, niscaya kebaikan tersebut menghapus kesalahan tersebut, dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik." (HR. Hakim dan At-Tirmidzi).

5. Husnudhdhan (Berprasangka Baik).

Allah berfirman, "Hai orang-orang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka.

Sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa.

Dan janganlah kalian mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah sebagian kalian menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya." (QS. Al-Hujurat : 12).

Adakalanya seorang muslim berburuk sangka terhadap seorang muslim lainnya sehingga ia melecehkan saudaranya.Ia mengatakan yang macam-macam tentang saudaranya,dan menilai dirinya lebih baik.

Tentu, itu adalah hal yang tidak dibenarkan.
Akan tetapi, hendaknya setiap muslim harus mawas diri terhadap titik-titik rawan yang sering memancing tuduhan, agar orang lain tidak berburuk sangka kepadanya.

6. Menumbuhkan Sikap Ikhlas.

Ikhlas adalah kata yang ringan untuk diucapkan, tetapi cukup berat untuk dilakukan.
Orang yang ikhlas dapat meniatkan segala tindakannya kepada Allah.
Ia tidak memiliki pamrih yang bersifat duniawi. Apabila Allah mengujinya dengan kenikmatan,maka ia bersyukur. Bila Allah mengujinya dengan kesusahannya pun, ia bersabar.

Ia selalu percaya bahwa Allah Azza Wa Jalla akan senantiasa memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya.

Orang yang ikhlas akan lebih mudah memenej kalbunya untuk selalu menyerahkan segalanya hanya kepada Allah Azza Wa Jalla.

Hanya kepada-Nyalah ia mengantungkan harapan.Bila Antum wa antuna sedang dilanda sakit hati,cobalah amalkan kiat di atas.Insya Allah,beban hati akan berkurang,dada pun terasa lapang.

Selasa, 26 Juni 2012

•♥• KARENA AKU MENCINTAIMU •♥•

 

Karena aku mencintaimu,
Maka aku ingin menjagamu..
Karena aku mencintaimu,
Aku tak ingin terlalu dekat denganmu..

Karena aku mencintaimu,
Aku tak ingin menyakitimu..
Karena cintaku padamu,
Tak akan ku biarkan cermin hatimu menjadi suram,
Tak akan ku biarkan telaga jiwamu menjadi keruh,
Tak akan ku biarkan perisai qalbumu menjadi retak, bahkan pecah..

Karena cinta ini,
Ku tak ingin mengusik ketenteraman batinmu,
Ku tak ingin mempesonakan mu,
Ku tak ingin membuatmu simpati dan kagum,
Atau pun menaruh harap padaku..

Maka biarlah...
Aku bersikap tegas padamu,
Biarlah aku seolah acuh tak memperhatikanmu,
Biarkan aku bersikap dingin kepadamu,

Tidak mengapa kau tidak menyukai aku,
Bahkan membenciku sekali pun,
Tidak masalah bagiku,

Semua itu kerana aku mencintaimu..

Demi keselamatanmu,
Demi kemuliaanmu.

Sebab…
Ada kekasih yang membuktikan cintanya dengan jutaan kalimat pujian dan rayuan.

Ada pula dengan sikap nan penuh kasih..

Tidak sedikit juga ada dengan pengorbanan yang meluluh lantakkan harga diri.

Ada pula dengan berkorban tenaga dan harta.

Namun bagiku…
Aku mecintai mu dengan menundukkan wajahku pada mu,
Bukan karena ku ingin berpaling darimu,
Tetapi kerana ku ingin menjaga pandanganmu dari panahan iblis.

Aku mecintaimu dengan tidak melemah lembutkan suaraku padamu,
Bukan karena aku ingin menyakitimu,
Namun karena aku ingin menjaga hatimu dari bisikan syaitan yang menipu.

Aku mencintaimu dengan menjauh darimu,
Bukan karena ku membencimu.
Namun karena aku ingin menjaga mu dari khalwat yang menjebak.

Aku mencintaimu dengan menjaga diri mu dan diriku.
Menjaga kesucianmu dan kesucianku.
Menjaga kehormatanmu dan kehormatanku.
Menjaga kejernihan hatimu dan hatiku.

Cinta...
Tak mengapa saat ini kita jauh,
Karena kelak Allah yang akan menyatukan kita dalam ikatan suci_NYA.

Karena itu jauh lebih berarti..
Jauh lebih abadi..

Karena ku yakin… Janji Allah adalah pasti,
Laki-laki yang baik hanya untuk wanita yang baik.

Seperti inilah ku mencintaimu.
Dengan menjaga kesucian diri, jiwa dan hatiku.

Cinta ini hanya ku persembahkan pada mu kelak.

Oleh Karena itu cinta..
Jagalah kesucian cintamu juga, hanya Ûñtûkku..

Ya Allah…
Pada_MU aku curahkan cintaku padanya.

Aamiin ya Rabbal 'alamiin..

Jumat, 08 Juni 2012

Tips agar Anda benar-benar pantas untuk dicinta

1. Jika Anda ingin seseorang mencintai Anda, maka belajarlah untuk membuktikan cinta Anda. Berikan perhatian, kepedulian, hadiah terbaik dan apa saja untuknya. Berikan pelayanan yang memuaskan hatinya. Saya tidak menjamin Anda akan memilikinya. Tapi saya berani jamin, Anda akan mendapatkan cintanya jika Anda benar-benar tulus mencintainya.

2. Penuhi kebutuhannya. Anda harus tahu kebutuhannya dan berikan untuknya. Berikan semampu Anda. Ingat, kebutuhannya bukan kebutuhan diri Anda. Bantu juga dirinya dalam mencapai tujuannya.

3. Berikan manfaat dan perasaan nyaman atas kehadiran Anda. Buat kehadiran Anda sangat diharapkan dan penting.

4. Berikan jaminan keamanan atas kehadiran Anda. Kehadiran Anda sebisa mungkin tidak boleh merugikan. Jagalah kejahatan lidah, mata, tangan, kaki, dan semua hal dari dalam diri Anda.

5. Jika Anda ingin dicintai Tuhan, maka bersyukurlah dan taatlah kepadaNya. Tak ada orang yang lebih beruntung selain orang yang dicintai oleh Tuhannya. Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
 

Senin, 04 Juni 2012

Aku punya beberapa pesan buat orang yang ingin TERSENYUM menghadapi KESEDIHAN !!!

(◕‿◕✿) TERSENYUMLAH (◕‿◕✿)
Karena senyum membawa kita kepada keyakinan kepada ALLAH ada yang jauh lebih baik daripada itu,
Bangkitlah dengan melakukan hal-hal yang baik !

(◕‿◕✿) TERSENYUMLAH (◕‿◕✿)
Karena sangat banyak orang-orang yang lebih menderita .
Beryukurlah .
Betapa ALLAH sudah memberi banyak kenikmatan untuk kita dibandingkan yang lain .
Bersyukur dengan apa yang didepan mata !

(◕‿◕✿) TERSENYUMLAH (◕‿◕✿)
Jangan gantungkan dirimu kepada orang lain .
Karena itu adalah sebab dari kehancuran diri !
Berpeganglah pada tangan ALLAH .
Pada saat orang-orang pergi entah kemana, satu persatu tiada yang peduli !

(◕‿◕✿) TERSENYUMLAH (◕‿◕✿)
Untuk sebuah kenyataan yang harus dihadapi .
Apapun yang terjadi adalah suratan TAKDIR ILAHI .
Kita hanya butuh kesabaran untuk menjalaninya !
Dan tiada lain ALLAH cipta kan semua itu untuk kebaik kan kita semata !

(◕‿◕✿) TERSENYUMLAH (◕‿◕✿)
Untuk sebuah perjalanan dimuka bumi .
Nikmatilah kesenduan ini .
Karena barangkali disanalah adanya ketenangan didalamnya !

(◕‿◕✿) TERSENYUMLAH (◕‿◕✿)
karena saat itulah kita akan menyadari ..
Innallaaha ma`ana .. La tahzan,

DON'T BE SAD !

___00000___00000__________
__0000000_0000000_________
__000000000000000_________
___0000000000000__________
____00000000000___________
______0000000_____________
________000_______________
_________0________________
__________0_______________
____________0_____________
_______000000000000000000_______
_____000000__00000__0000000_____
____0000000__00000__00000000____
___00000000__00000__000000000___
__000000000__00000__0000000000__
_0000000000__00000__00000000000_
_0000000000__00000__00000000000_
_0000000000__00000__00000000000_
_000000000000000000000000000000_
_000000__________________000000_
_000000__________________000000_
__000000_________________00000__
___0000000_____________000000___
_____0000000_________0000000____
_______ 00000000000000000________
___________00000000000__________

Jumat, 01 Juni 2012

CALL ALLAH EVERYTIME YOU NEED


Renungan Mengingat Allah

Sahabat, Bayangkan bila pada saat kita berdoa dan mendengar ini:

"Terima kasih, Anda telah menghubungi Rumah Allah ?"

Pilihlah salah satu:

* Tekan 1 untuk "meminta"
* Tekan 2 untuk "mengucap syukur"
* Tekan 3 untuk "mengeluh"
* Tekan 4 untuk "permintaan lainnya"

Atau, bagaimana jika Malaikat memohon maaf seperti ini: "Maaf, Saat ini semua malaikat sedang membantu pelanggan lain. Tetaplah menunggu. Panggilan Anda akan dijawab berdasarkan urutannya."

Bisakah Anda bayangkan bila pada saat berdoa, Anda mendapat respons seperti ini:

Jika Anda mau bicara dengan Malaikat,

tekan 1. Dengan Malaikat Mikail,
tekan 2. Dengan malaikat lainnya,
tekan 3. Jika Anda ingin mendengar sari tilawah saat Anda menunggu,
tekan 4. Untuk jawaban pertanyaan tentang hakekat surga & neraka, silahkan tunggu sampai Anda tiba disini!!

Atau bisa juga Anda mendengar ini :

"Komputer kami menunjukkan bahwa Anda telah satu kali menelpon hari ini, Silakan mencoba kembali esok hari."
"Kantor ini ditutup pada akhir minggu. Silakan menelpon kembali hari Senin setelah pukul 9 pagi."
Alhamdulillah, Allah SWT mengasihi kita, Anda dapat menelponNya setiap saat!!!

Anda hanya perlu untuk memanggilnya kapan saja dan Dia mendengar Anda. Karena bila memanggil Allah, Anda tidak akan pernah mendapat nada sibuk. Allah menerima setiap panggilan dan mengetahui siapa pemanggilnya secara pribadi.

Ketika Anda memanggil, gunakan nomor utama ini: 24434

2 : shalat Subuh
4 : shalat Zuhur
4 : shalat Ashar
3 : shalat Maghrib
4 : shalat Isya
Atau untuk lebih lengkapnya lebih banyak kemashlahatannya, gunakan nomor ini : 28443483
2 : shalat Subuh
8 : Shalat Dhuha
4 : shalat Zuhur
4 : shalat Ashar
3 : shalat Maghrib
4 : shalat Isya
8 : Shalat Lail ( tahajjud )
3 : Shalat Witir

Info selengkapnya ada di Buku Telepon berjudul "Al Qur'anul Karim & Hadist Rasul" Langsung kontak, tanpa Operator tanpa Perantara, tanpa biaya.

Nomor 24434 dan 28443483 ini memiliki jumlah saluran hunting yang tak terbatas dan seluruhnya buka 24 jam sehari 7 hari seminggu 365 hari setahun !!.
Sebarkan informasi ini kepada orang-orang disekeliling kita. Mana tahu mungkin mereka sedang membutuhkannya

7 Kalimah ALLAH
Sabda Rasulullah S.A.W : " Barang siapa hafal tujuh kalimat, ia terpandang mulia di sisi Allah dan Malaikat serta diampuni dosa-dosanya walau sebanyak buih laut "

1. Mengucap Bismillah pada tiap-tiap hendak melakukan sesuatu.
2. Mengucap Alhamdulillah pada tiap-tiap selesai melakukan sesuatu.
3. Mengucap Astaghfirullah jika lidah terselip perkataan yang tidak patut.
4. Mengucap Insya-Allah jika merencanakan berbuat sesuatu di hari esok.
5. Mengucap "La haula wala kuwwata illa billah" jika menghadapi sesuatu tak disukai dan tak diingini.
6. Mengucap "inna lillahi wa inna ilaihi rajiun? jika menghadapi dan menerima musibah. Rasulullah" sepanjang siang dan malam sehingga tak terpisah dari lidahnya.
7. Mengucap "La ilaha illa Allah Muhammad Rasulullah" sepanjang siang dan malam sehingga tak terpisah dari lidahnya

Dari tafsir hanafi,





Love you All Cause of Allah
♥♥ ♥♥
(¯`v´¯)
`·.¸.·´
¸.·´... ¸.·´¨) ¸.·*¨)
(¸.·´ (¸.·´ .·´ ¸¸.·¨¯`·.

Rabu, 02 Mei 2012

PUISI DOROTHY


Jika anak biasa hidup dicacat dan dicela,
kelak ia akan terbiasa menyalahkan orang lain.
Jika anak terbiasa hidup dalam permusuhan,
kelak ia akan terbiasa menentang dan melawan.

Jika anak biasa hidup dicekam ketakutan,
kelak ia akan terbiasa merasa resah dan cemas.
Jika anak biasa hidup dikasihani,
kelak ia akan terbiasa meratapi nasibnya sendiri.
Jika anak biasa hidup diolok-olok,
kelak ia akan terbiasa menjadi pemalu.
Jika anak biasa hidup dikelilingi perasaan iri,
kelak ia akan terbiasa merasa bersalah.
Jika anak biasa hidup serba dimengerti dan dipahami,
kelak ia akan terbiasa menjadi penyabar.
Jika anak biasa hidup diberi semangat dan dorongan,
kelak ia akan terbiasa percaya diri.
Jika anak biasa hidup banyak dipuji,
kelak ia akan terbiasa menghargai.
Jika anak biasa hidup tanpa banyak dipersalahkan,
kelak ia akan terbiasa senang menjadi dirinya sendiri.
Jika anak biasa hidup mendapatkan pengakuan dari kiri kanan,
kelak ia akan terbiasa menetapkan sasaran langkahnya.
Jika anak biasa hidup jujur,
kelak ia akan terbiasa memilih kebenaran.
Jika anak biasa hidup diperlakukan adil,
kelak ia akan terbiasa dengan keadilan.
Jika anak biasa hidup mengenyam rasa aman,
kelak ia akan terbiasa percaya diri dan mempercayai orang-orang di sekitarnya.
Jika anak biasa hidup di tengah keramahtamahan,
kelak ia akan terbiasa berpendirian : “Sungguh indah dunia ini !”

(Dorothy Law Nolte)



 
Bila anak hidup dengan kritikan,
Ia belajar untuk mengutuk.
Bila anak hidup dengan permusuhan,
Ia belajar untuk melawan.
Bila anak hidup dengan ejekan,
Ia belajar menjadi pemalu.
Bila anak hidup dengan rasa malu,
Ia belajar untuk merasa bersalah.

Bila anak hidup dengan toleransi,
Ia belajar menjadi sabar.
Bila anak hidup dengan penuh dukungan,
Ia belajar untuk percaya diri.
Bila anak hidup dengan keadilan,
Ia belajar menjadi adil.
Bila anak hidup dengan rasa aman,
Ia belajar untuk mempunyai keyakinan.
Bila anak hidup dengan pengakuan,
Ia belajar untuk menyukai dirinya.
Bila anak hidup dengan kejujuran,
Ia belajar kebenaran.
Bila anak hidup dengan penerimaan dan persahabatan,
Ia belajar menemukan rasa kasih sayang di dunia.

(Terjemahan dari Dorothy Law Nolte, 1982)